TENTANG CINTA DAN secangkir kopi.



Malam tadi ketika aku sedang enak menikmati kopi sambil membaca buku, datang dua temanku untuk mengajak ngobrol seputar cinta. Aku kaget dan tersenyum karena menurutku mereka masih kecil. Tapi tidak apalah, aku juga sering memanfaatkan momen momen seperti ini untuk bersilaturahmi. Dan akhirnya Tanpa basa basi merekapun memulai.

Mereka bercerita layaknya acara radio cinta. Satu diantara mereka ada yang bercerita tentang hubungannya dengan seorang perempuan. Dia mengaku bahwa cinta tidak pernah ia rasakan ketika berhubungan dengan seorang perempuan. Dia juga bercerita tentang orangtuanya yg telah bercerai, dan mengatakan juga tentang alasan ia dilahirkan oleh ibunya. Alasan ia dilahirkan adalah cinta oleh kedua orangtuanya.

Aku suka dengan ceritanya meskipun aku yakin dia belum paham betul dengan isi dan makna ceritanya.
Kemudian temanku yang satu lagi bercerita tentang kebenciannya terhadap perempuan yang meninggalkannya ketika dia telah menaruh harapan besar kepada perempuan tersebut. Dia bercerita tentang sikap tak acuh dari perempuan trsbt, bercerita tentang ketidakpedulian terhadap dirinya dan masih banyak lagi. Sekali lagi aku tersenyum dan mengatakan kepada dirinya, itu adalah sebuah ironi. Ketika mereka tengah sibuk bercerita, sesekali aku mencoba menangkap ekspresi mereka. Menangkap apakah mereka berkata dari hati atau tidak.

Setengah jam berlalu, dan aku masih menjadi pendengar yang santun dan bijak. Menampung segala pernak pernik cinta lewat kata.

Akhirnya ketika mereka telah merasa cukup menceritakan segala pernak pernik cinta, salah satu dari mereka bertanya kepadaku : " mas Fajril, mas tau tidak apa itu cinta ? ". Pertanyaan itu seperti gledek yang menyambar - nyambar dengan cahaya bengisnya.
Aku diam sejenak kemudian tersenyum.
Mencoba mengingat dan menyusun kalimat yang bagus untuk mereka. Kulihat mereka menunggu jawabanku sambil komar kamit.
Dalam hati aku berkata, sekian lama aku hidup belum pernah ada yang bertanya tentang hal tersebut. Lalu apa yang harus kukatakan kepada mereka ?. Baiklah.
" teman temanku sekalian, aku suka dengan cerita kalian dan suka dengan masalalu kalian. Dulu aku juga pernah mengalami hal yang sama. Tapi mungkin agak sedikit berbeda. Bedanya kalian bisa menceritakan tentang cinta, sedangkan aku tidak. Yang aku ketahui, ketika ada orang yang saling menyayangi dan saling mengasihi, hampir setiap saat mereka merasa menjadi mahluk yang paling sempurna. Saling berbagi untuk hal hal yang sederhana sekalipun. Merasa tenang dan bisa tersenyum. Dan yang paling penting adalah momen momen membahagiakan itu dapat merubah pandangan mereka tentang hidup. Mereka merasa lengkap dan tidak ada sedikitpun yang kurang. Aku yakin kebersamaan itulah yang membuat demikian. Lalu apakah itu yang disebut dengan cinta ? . Entahlah, aku sendiri juga belum yakin. Sebab ketika kebersamaan itu harus berakhir dengan ketiadaan, Ketiadaan kasih, ketiadaan sayang, ketiadaan perhatian, bahkan ketiadaan diri dalam sekejap , momen tersebut dapat merubah seseorang menjadi sebuah entitas tanpa arti. Pandangan tentang hidup yang dulu indah kini berubah menjadi pandangan tentang hidup yang fana. Mata hati yang yg dulu sering melihat sisi dunia dari luar, kini hanya melihat tentang diri yg telah menjadi sebuah ironi. Keindahan hidup tidak pernah hadir dalam kesendirian. Yang ada hanya sebuah kepahitan dan kesedihan. Hidup hanya memiliki satu jenis sikap, dan senantiasa memaksa untuk meninggalkan kehidupan ini. Apakah ini yang disebut cinta ?
Ketika seseorang tengah berbahagia dengan kebersamaanya, apakah dia telah merasakan cinta. Dan bagaimana pula ketika seseorang tengah bersedih dengan kesendiriannya apakah dia juga telah merasakan cinta. Inilah yang sering membingungkan teman teman".
Ketika bercerita dengan jalan cerita tersebut, aku tidak sadar ternyata mereka telah menitihkan airmata. Aku sendiri bingung, darimana aku bisa menceritakan hal tersebut.
Aku sendiri masih belum tau tentang apa itu cinta.
Namun akhirnya aku sadar satu hal, ternyata mereka semua telah menceritakan dari hati. Lalu dari mana aku bisa tau? bagaimana tidak, aku dan mereka sama sama menitihkan airmata. Aku rasa itu sudah cukup membuktikan.

Cerita lucu seputar kopi:


ada tiga pria single yang sama sama memiliki hobi ngopi. Tidak ada hari tanpa pergi bersama untuk ngopi. Hari hari yang mereka lewati begitu menyenangkan dan amat berkesan. Banyak pengalaman serius dan lucu yang mereka dapat ketika duduk bersama untuk menikmati kopi. Ya karena mereka para pria single yang masih muda dan smart, sudah menjadi kewajaran jika mereka juga menyukai tempat ngopi yang ada cewek cewek muda dan cantik. Bahkan janda juga boleh, asal masih mulus dan cantik. Dari satu,sepuluh,seratus bahkan seribu kali mereka ngopi bareng, ada kejadian lucu yg tidak bisa mereka lupakan untuk hari hari ngopi selanjutnya. Ketika itu :
Jam 5 sore mereka kumpul di rumah A. B dan C membawa motor sedangkan A tidak. Akhirnya jam 5 lewat 15 mereka meluncur ke warung kopi. A di bonceng C dan B mengendarai motor sendiri. Mereka menikmati betul perjalanan mereka sama seperti hari hari biasanya. 20 menit kemudian mereka sampai di warung kopi dekat jembatan kembar lamongan. Dg wajah ceria dan semangat mereka secara bersama sama masuk ke warung kopi. Aroma kopi semerbak menyelimuti warung tersebut. Namun ketika ada seseorang yang keluar dari dapur, dengan gagap dan gugup mereka bertiga kaget. Ternyata ada tukang jaga warung kopi baru di situ. Cewek. Masih muda, cantik, putih dan seksi. Pemandangan itu semakin membuat mereka bertiga tersenyum senang. " ada cewek ni " A berbisik kepada B dan C. " Iya jeh " jawab B dan C. Selang beberapa detik kemudian mereka pun duduk di atas ambin. " pesan apa mas ? " tanya si cewek. " Aku pesan kopi hitam 1". A menjawab. " Aku pesan kopi susu saja mbak ". Jawab B kemudian. " terus masnya ? ". Tanya si cewek kepada C. " emmmm... es josuah ada gk mbak ?" C berbalik tanya. " ada mas ". " terus kalau STMJ ada gk ? " C bertanya lagi. " ada juga mas ". Jawab si cewek dg tersenyum. " Ya sudah mbak aku pesan kopi hitam saja". " loh mas ? " si cewek bingung. " heheheheh... saya td cuman tanya aja kok". " Ogitu" sambung si cewek dengan wajah datar .dan kemudian bergegas utk membuat pesanan mereka.
A dan C ketawa ketiwi.
Sambil menunggu pesanan datang mereka membicarakan utk berkenalan dg cewek tersebut. Akhirnya 10 menit kemudian, pesanan mereka datang. Dg wajah yang sopan si cewek menyuguhkan pesanan kepada A B dan C. Setelah selesai menyuguhkan si cewek pun duduk di samping C. Tanpa basa basi A mengajak kenalan. " mbak namanya siapa ?". Si cewek diam dan hanya tersenyum. " loh kok diam? Namaku Ahmad." Si cewek masih tersenyum." Brengsek". Sebut B. " itu nama ayahku woee ". " hahahah " A tertawa senang. Kemudian B menyusul " namaku Bandri mbak ". "Anjing, itu nama kakeku" sebut A. " wkakakakak " :-sekarang C yang tertawa senang.
" Oh ya mbak, kalau boleh tau nama mbak siapa ?" Si C sekarang yg mulai tanya. " namaku....,, namaku..... namaku Siti mas". "Hah ?" Tanya si C heran. Kemudian : "siapa tadi ?" "Namaku Siti mas". Jawab si cewek lagi." Hahahahahahaahahh". Si C tertawa." Loh kenapa tertawa ?" Tanya A dan B. Kemudian C meneruskan : "Siti itu Nama Ibuku". Dan seisi warungpun tertawa. Suasana ramai dan penuh kelucuan mendadak.

Teori Sejarah asal Mula Negara





Dewasa ini saya sendiri belum menemukan kepastian Kapan dan dimana Negara yang untuk pertama kalinya ada di Bumi ini. Apakah Negara Polis seperti yang ada pada Zaman Yunani ataukah Negara Republik yang digagas setelah zaman Kelahiran kembali. Namun dalam tulisan yang akan saya sajikan ini, tentang asal muasal Negara, pendekatan yang saya gunakan ialah pendekatan sejarah ( Historycal Approach ).  jadi untuk isi dan kebenaranya pun, saya belum bisa memastikan bahwa sejarah asala muasal Negara yang Obyektif adalah yang demikian. Sejarah adalah suatu Fenomena Obyektif. namun untuk mendapatkan bukti sejarah yang obyektif kita harus mampu memproyeksikan bahwa sesungguhnya sejarah asal muasal Negara yang kita pelajari sekarang hanyalah suatu subyektifitas sejarah dari para ahli sejarah. butuh kajian, observasi, riset dan lain sebagainya yang mendalam untuk mendapatkan sejarah yang benar - benar Obyektif. namun apakah kita akan melakukan hal itu ?
dan akhir kata, meskipun belum tentu benar apa yang saya tuliskan, semoga tulisan ini masih bisa menjadi Referensi untuk mempelajari sejarah asal muasal Negara.

Masa Yunani Kuno adalah masa dimana teori ( terbetuknya Negara )  itu lahir sebagai teori purba dan sekaligus masa awal pengimplementasian atau pengaplikasian teori. hal itu terbukti dengan hadirnya beberapa tokoh penggagas Negara seperti Socrates, Plato, Aristoteles dan lain sebagainya. pada masaYunani juga dikenal teritori yang disebut Negara Polis. untuk lebih lengkapnya akan saya jelaskan di bawah.

Konsep atau pemikiran mengenai Negara sebenarnya sudah dirintis sejak 4.000 Tahun yang lalu. Masa itu terjadi pada masa Yunani Kuno ( Ancient Greek ). sejak saat tu pemikiran mengenai Negara terus mengalami perkembangan. kemudian senada dengan perkembangan apalagi pada masa itu untuk kebebasan berpikir dan mengeluarkan pendapat mulai gencar dilakukan, teori mengenai Negara menjadi bermacam - macam dan memiliki sudut pendang yang berbeda - beda. salah satu contoh dari sudut pandang Pemikir besar Yunani Socrates. Socrates dengan segala keagunganya berpendapat bahwa Negara bukan semata - mata suatu keharusan yang sifatnya Meterial. namun  Negara ialah suatu entitas yang asal muasalnya berpangkal pada budi pekerti Manusia. Pekerti dalam hal ini antara lain adalah kesadaran menusia itu sendiri. Kemanusiaan manusia yang beradap dalam mengorganisasikan dirinya agar dapat terlindung dari kepunahan oleh segala ancaman diluar manusia itu sendiri.

Sedangkan menurut Plato, Negara itu timbul atau ada karena adanya kebutuhan dan keinginan manusia yang beraneka macam, yang menyebabkan mereka harus bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan mereka. setiap orang memiliki tugas sendiri - sendiri dan bekerja sama untuk memenuhi kepentingan mereka bersama. kesatuan mereka inilah yang kemudian disebut sebagai Masyarakat atau Negara. karena harus bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan masing - masing dan demi terselenggaranya hubungan antar individu yang harmonis, maka pada suatu Negara harus memiliki Pemimpin untuk mengatur. karena walau bagaimanapun tiap pekerjaan yang dilakukan oleh tiap individu terjadi karena adanya suatu kepentingan. Mengharmonisasikan merupakan salah bentuk fungsi negara. Kemudian Tujuan Negara menurut Plato adalah untuk mengetahui atau mencapai sesuatu yang ideal. dalam konteks ini harmonisasi ialah suatu yang ideal. dari pendapat ini, Plato dengan tegas mengatakan bahwa yang cocok dan mampu memimpin suatu Negara hanya para Filsuf atau ahli filsafat saja.

Plato juga menjelaskan tentang sisi geografis suatu Negara. menurut Plato bahwa luas Negara harus diukur atau disesuaikan dengan dapat atau tidaknya, mampu atau tidaknya Negara memelihara kesatuan dalam Negara itu karena pada hakekatnya Negara ialah suatu keluarga yang besar.

Kemudian lebih lanjut menurut Aristoteles negara ialah merupakan suatu kesatuan yang tujuanya untuk mencapai kebaikan tertinggi. yaitu kesempurnaan diri manusia sebagai anggota dari Negara. menurut Aristoteles Negara terjadi karena penggabungan keluarga - keluarga menjadi suatu kelompok yang lebih besar. kelompok itu bergabung lagi hingga menjadi desa, dan desa ini bergabung lagi. demikian seterusnya hingga timbul Negara yang sifatnya masih merupakan suatu kota atau
polis. kemudian untuk tujuan Negara menurut Aristoteles tujuan negara ialah kesempurnaan manusia sebagai anggota masyarakat sebab kebahagiaan manusia tergantung daripada kebahagiaan masyarakat. dari Aristoteles ini dapat disimpulkan bahwa kesejahteraan umum itu akan terjadi bila di dukung dengan adanya kerja kolektif sebangsa dan setanah air.

Dari beberapa teori diatas dapat disimpulkan bahwa teori tersebut adalah teori yang paling awal atau dapat disebut juga teori Purba. sebab menurut teori - teori tersebut unsur yang Fundamental adalah Manusia itu sendiri. negara terbangun karena manusia yang menghendaki dan berkembang sesuai dengan perkembangan manusia. manusia ini sangat menentukan bagi terselenggaranya sistem pemerintahan oleh suatu negara. Sifat manusia yang berubah - ubah dapat juga merubah Negara.

Menurut Plato bentuk Negara terbagi menjadi 5 sesuai dengan sifat - sifat tertentu dari jiwa manusia. yaitu tidak dapat hidup kekal atau berubah - ubah. bentuk Negara - negara tersebut antara lain :
ARISTOKRASI
TIMOKRASI
OLIGARKI
DEMOKRASI
TYRANI

Perubahan bentuk Negara tersebut tergantung dari sifat, jiwa manusia. sifat dan jiwa manusia yang berpedoman pada keadilan akan memegang pemerintahan dalam bentuk Negara Aristokrasi. dan akan mengalami perubahan bentuk menjadi Timokrasi jika jiwa manusia tidak berpedoman lagi pada keadilan. demikian seterusnya yang mana perubahan akan terus terjadi jika sifat dan jiwa manusia berubah. manusialah yang menentukan baik tidaknya pemerintahan dalam suatu Negara.

Lebih lanjut...
Pada masa abad pertengahan terjadi perubahan dari cara berpikir yang bersifat teokratis-mutlak ke cara berpikir teokratis-kritis. hal tersebut di tandai dengan masa abad pertengahan sebelum perang salib, abad ke V, sampai abad XII mengenai cara berpikir teokrasi-mutlak tentang Negara dan hukum dan masa abad pertengahan pasca perang salib, abad XII sampai dengan abad ke XV.

pada masa sebelum perang salib, teori tentang terbentuknya Negara, Negara pada masa itu bersifat teokratis. Artinya dalam proses terbentuknya Negara, yang menciptakan adalah Tuhan dan kesemuanya yang menghendaki adalah tuhan. hal tersebut sesuai dengan ajaran Augustinus yang mengatakan tentang asal mula Negara bahwa yang meciptakan Negara adalah Tuhan sehingga yang harus dibentuk adalah Negara Tuhan ( civitas dei ). teori diatas sangat kental dengan unsur teologi. hal tersebut sebenarnya berawal dari runtuhnya peradaban dan ketatanegaraan Romawi yang kemudian digantikan oleh peradaban dan kekuasaan agama kristen yang mencapai masa perkembangan dan kejayaanya pada masa abad pertengahan.

Berbeda dengan Augustinus, Marsilius mengatakan bahwa terbentuknya Negara tidaklah semata - mata karena kehendak Tuhan melainkan Negara itu terjadi karena adanya suatu perjanjian dari orang - orang hidup bersama untuk menyelenggarakan perdamaian. teori yang dikemukakan oleh Marsilius ini sebenarnya dipengaruhi oleh Aristoteles bahwa negara ialah suatu badan atau organisme yang mempunyai dasar - dasar hidup dan mempunyai tujuan tertinggi, yaitu menyelenggarakan dan mempertaruhkan perdamaian. sangat bertolak belakang dengan pandangan atau teori Augustinus.

Marsilius juga telah mengadakan pemisahan yang tegas antara Negara dan Gereja. dikatakan bahwa kedudukan Negara lebih tinggi daripada Gereja. karena berdasarkan perjanjian antara orang - orang untuk menyelenggarakan perdamaian. jadi adanya Negara itu lebih dahulu daripada Gereja. negara dapat membuat undang - undang yang mengikat rakyat sedangkan Gereja tidak. teori Marsilius diatas mengenai teologi tidak sekental sperti teori Augustinus.

Kemudian pada Zaman Renaissance atau masa abad pertengahan pasca perang salib yang terjadi antara kerajaan - kerajaan Kristen Eropa terhadap Penguasa - Pemguasa Islam di Jerussalem ( Palestina ) .

Pandangan hidup dan ajaran - ajaran tentang Negara dan hukum pada abad pertengahan sangat berbeda dengan pandangan hidup dan ajaran - ajaran negara dan hukum pada zaman Renaissance. sebab dalam pandangan hidup dan ajaran - ajaran lebih bersifat Universalistic atau dalam arti orang menganggap dirinya sebagai bagian dari dunia kristen yang umum. segala kehidupan dipersiapkan untuk menghadapi kehidupan yang langgeng, yaitu kehidupan Dunia Akhirat.

Berbeda dengan masa abad pertengahan sebelum perang salib, dalam teori pada masa pasca perang salib lebih menekankan kepada tujuan dan bentuk pemerintahan. salah satu contoh mengenau tujuan negara, Nicollo Machiavelli mengatakan bahwa tujuan Negara adalah untuk mengusahakan terselenggaranya ketertiban, keamanana dan ketentraman. hala ini dapat dicapai oleh pemerintahan seorang Raja yang memiliki kekuasaan yang absolut. menurut pendapat Nicollo Machiavelli mengenai bentuk Pemerintahan, bentuk Pemerintahan yang baik adalah Monarki. namun ia memberikan nilai yang tinggi pada demokrasi. akan tetapi untuk itu diperlukan partisipasi dari warga Negara yang mempunyai selera untuk usaha bersama tersebut. sedangkan bentuk Aristokrasi di tolak olehnya.

Pada masa Modern, teori mengenai terbentuknya Negara lebih mnitikberatkan pada fakta dan sudut pandangan tertentu. berbeda pada masa abad pertengahan yang lebih menitikberatkan pada sesuatu yang fiktif dan bernuansa ilusi semata. Artinya ada kekuatan lain diluar manusia dan alam yang membentuk negara. yaitu kekuatan tuhan Menurut Agama.

Kraneburg mengatakan bahwa pada hakekatnya Negara adalah suatu Organisasi kekuasaan yang  diciptakan sekelompok manusia yang disebut bangsa. sedangkan Logemann, Negara adalah suatu Organisasi kekuasaan yang menyatukan kemlompok Manusia yang kemudian di sebut bangsa.

Kemudian menurutt Goerge jillinek, terjadinya negara dapat dilihat secara Primer dan sekunder.
terjadinya Negara secara Primer melalui empat tahap yaitu :
a). Persekutuan Masyarakat
b). kerajaan ( rijk )
c). Negara ( staat )
d). Negara Demokrasi
e). Diktatur

sebenarnya terjadinya Negara secara sekunder membicarakan bagaimana terbentuknya Negara lain. pengakuan dari Negara lain di bedakan menjadi dua macam, yaitu pengakuan secara de facto dan pengakuan secara de jure. pengakuan de facto adalah pengakuan menurut kenyataan bahwa di suatu wilayah telah berdiri suatu Negara. pengakuan tersebut bersifat sementara. pengakuan de facto dapat meningkat menjadi pengakuan de jure ( menurut Hukum ), setelah persyaratan hukum berdirinya suatu negara baru dipenuhi. Pengakuan de jure yang bersifat tetap dan seluas - luasnya biasa di berkan kepada Negara baru setelah pemerintahan relatif stabil.

demikian Tulisan saya mengenai teori asal mula Negara. atas segala kekuranganya, saya ucapkan terimakasih... :-)

Hatiku Tidak Bisa Bohong


Entah cuaca hari ini yang tidak bersahabat atau memang hanya aku saja yang merasakanya, hatiku benar - benar kacau hari ini. meskipun mata terasa berat untuk terbuka dan kepala terasa gantung untuk diangkat, aku benar - benar tidak bisa tidur. ketika itu jam setengah 5 pagi. waktu yang tepat untuk bangun tidur secara normal. awalnya aku merasa dadaku sangat sesak untuk bernapas. kemudian merambah, pikiranku yang bleng entah kemana. pernah terpikirkan olehku kejadian lucu sehingga aku tertawa sendiri, dan pernah juga terpikirkan olehku kejadian yang sedih, sehingga tanpa kusadari air mata berlinang indah di sekujur pipiku yang kempong. dan akhirnya aku tau, bahwa kejadian sedih itu yang membuatku benar - benar ngebleng ketika itu.

pernah enggak teman - teman semua, ketika benar - benar sayang dengan pacar atau yang lain, meskipun ketika terjadi pertengkaran yang cukup hebat meskipun pacar kita telah memaafkan kita masih merasa ada yang kurang ? meskipun pacar kita bilang bahwa semua telah berakhir, dan mari buka lembaran baru ?

aku pernah seperti itu. sekali lagi aku pernah. sebagai seorang pria, aku selalu diajarkan untuk menjadi pria yang bertanggung jawab. bertanggung jawab untuk hal apapun selagi aku masih bisa untuk menjalaninya. ketika dulu aku memulai pacaran, aku hanya berpikir bahwa apa yang aku lakukan terhadap pacarku adalah yang terbaik buatku dan buatnya. jalan bareng, makan bareng bahkan melakukan hal yang tidak patut kami lakukan. meskipun kita adalah sepasang kekasih, namun tidak jarang kita sering adu mulut jika tidak ada kata sepakat untuk suatu hal. entah itu mengenai sikap apakah yang seharusnya bagi sepasang kekasih atau yang lainya. sampai pada akhirnya kita mengungkit satu kesalahan yang dulu pernah kita lakukan. ingat sekali lagi kita yang melakukanya.

pacarku adalah orang yang manja, namun tidak jarang ia juga sering angkuh jika marah dan enggak mau kalah. dia benar - benar marah ketika mengatakan bahwa kejadian itu terjadi karena aku yang memulai. namun aku membantah bahwa kamu juga mau. terus ini yang bikin aku sesak sampai sekarang " apa kamu melakukan itu emang benar - benar sayang ke aku ? " demi Tuhan, aku tidak bisa tidur karena kalimat - kalimat mematikan itu. kemudian aku berpikir bahwa memang, bukan naluri sayangku yang memaksaku untuk melakukan. tapi naluri lainlah yang memaksaku. aku bingung, kenapa hal itu bisa terjadi di saat aku benar - benar sayang kepadanya.
jujur aku akui, meskipun dengan enteng mulutku berbicara bahwa aku melakukannya dengan penuh rasa sayang, tapi hati ini masih menyisahkan kata " aku bohong terhadapnya ". dan sekarang aku mulai mengerti bahwa tidak seharusnya aku memperalat rasa sayangnya hanya demi hal - hal yang tidak aku mengerti konsekwensi logisnya.
sekali lagi aku menyesal.

Suka, Sayang dan Cinta. Beda enggak Ya ?



Ini adalah tulisan yang saya tulis berdasarkan pengalaman saya. Pengalaman dalam menyukai orang ( baca : lawan jenis ), menyayangi orang dan akhirnya mentok Mencintai orang. saya merasa pada etape suka, itu saya rasakan ketika untuk beberapa saat saya ketemu dengan orang yang saya temui. dan itu pada level tempo yang belum terlalu lama saya mengenal orang itu. selanjutnya pada etape sayang, ini adalah rasa dimana saya cenderung memiliki simpati dan empati yang cukup banyak buat orang yang saya perhatikan secara fisik dan batin. kemudian pada etape Cinta, saya belum bisa menjelaskan banyak mengenai itu. karena saya sendiri belum bisa menggambarkan rasa itu dalam bentuk tulisan yang bagus dan baku. namun untuk menggambarkan versi saya sendiri, akan saya usahakan semaksimal mungkin. :-)

Menurut saya, dewasa ini belum ada konsensus resmi untuk menggambarkan apa itu yang disebut dengan rasa suka, sayang dan Cinta. meskipun secara umum kita sering mendengar maupun mengatakan rasa itu kepada orang yang kita anggap Spesial dalam hidup kita. menarik bukan. istilah yang mampu menggambarkan perasaan kita, namun kita sendiri belum mengetahui apa sebenarnya pengertian yang baku untuk  rasa - rasa itu.

SUKA atau apalah yang dapat mewakili kata - kata itu, menurut saya adalah suatu kecenderungan seseorang dalam merefleksikan keinginan untuk mendapatkan apa yang menurut orang itu perlukan. Rasa suka ini jika kita mau jujur, belum bisa tampil sebijaksana seperti rasa sayang. suka kecenderung ketika menginginkan sesuatu, ada unsur - unsur obsesi yang nantinya akan terkesan Egois. menurut Sigmud Freud ego adalah naluri dari Manusia itu sendiri.  Contoh jika manusia lapar, maka dia akan mengusahakan bagaimana mendapatkan makanan kemudian makanan itu akan ia maksudkan untuk memenuhi kebutuhan fisiknya. dalam memenuhi kebutuhan, manusia akan cenderung memikirkan kebutuhanya dulu dari pada kebutuhan manusia lainya. suka juga dapat diartikan sebagai rasa dimana saat merefleksikanya terdapat perhitungan secara matematis. dia yang suka, akan memikirkan apa yang bisa aku peroleh untuk kebaikanku jika aku mendapatkan dia. dan jika apa yang ia butuhkan berdasarkan rasa suka ini tidak terpenuhi, dia yang suka, akan cenderung emosi dan sering memaksakan kehendak. pada konsteks perasaan terhadap orang ( baca : lawan jenis ) ketika tengah menyukai seseorang, Hati dan naluri kawin ( bukan dalam konteks yang fulgar ) memang benar - benar membutuhkan orang itu ( baca : yang Dia sukai ).

kembali lagi secara umum, rasa ini adalah rasa yang benar - benar mewakili manusia sebagai mahluk yang cenderung menginginkan hal - hal yang ia butuhkan. kebutuhan secara fisik maupun non fisik.

kemudian Rasa SAYANG.
Percayakah kita bahwa kata - kata ini adalah senjata pamungkas untuk menggambarkan perasaan kita kepada orang yang kita pikir layak untuk hati dan perasaan kita ?
menurut saya rasa ini adalah rasa dari si manusia dimana ketika mengekspresikan perasaanya, menusia ini akan cenderung memikirkan apa yang terbaik untuk orang yang ia sayangi. namun bukan berarti tidak memikirkan apa yang terbaik untuk dirinya. presentase kepedulian terhadap orang yang ia sayangi bisa mencapai 70% dari kepedulian humanistiknya. contoh : jika ada orang yang benar - benar sayang terhadap orang lain, ia akan lebih fokus untuk kebahagiaan orang yang ia sayangi dari pada kebahagiaanya. biasanya kaum perempuan yang lebih realistis dalam mengekspresikan rasa ini. contoh mirisnya : jika seorang Pria mengatakan sayang kepada orang yang ia sayangi, namun si orang itu mengaku tidak sayang balik, ia akan cenderung memiliki perasaan lega dan dapat menerima serta memasrahkan semuanya kepada orang yang ia sayangi. kecenderungan untuk memaksakan mungkin sedikit karena rasa sayang ini tidak terkesan Obsetif.

Terakhir Rasa CINTA.
jujur saja, pernahkah kita mengatakan dalam hati bahwa kita Cinta kepada Ibu kita ?
saya yakin mustahil tidak pernah.
untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan rasa Cinta, tidak perlu kita harus berpacaran dengan orang yang cantk, atau berpacaran dengan orang yang banyak sekalipun. cukup dengan memikirkan dan membayangkan saja, jika kita benar - benar Cinta dengan orang, bandingkan lebih sakit mana kehilangan orang  yang kita Cintai atau kehilangan nyawa sendiri.
mengenai esensi Cinta, saya yakin cinta adalah rasa yang benar - benar agung untuk kebaikan apapun. dan tidak semua orang benar - benar Pernah mengalami rasa ini.
mengutip dari Al. Ghazali, Cinta kepada Tuhan adalah dengan Bukti bahwa setelah mati yang orang itu harapkan bukanlah Surga. melainkan bertemu dengan Tuhan, yang orang itu Cintai. pertanyaanya, benarkah Ibadah kita hanya untuk bertemu dengan Tuhan ? bukan Surga ?
nah sekarang sudah jelas bukan, bahwa Cinta adalah rasa yang benar - benar Agung.

Tipsnya, jika ada orang yang mengatakan Cinta, tanya dulu sudah sejauh mana tindakanya untuk mengekspresikan Cinta. meskipun dari hal yang terkecil, yaitu tindakan untuk dirinya sendiri. karena menurut saya, mencintai diri sendiri adalah ekpresi perasaan bijaksana yang paling mendasar.

Sekian tulisan saya mengenai SUKA, SAYANG dan Cinta.
semoga bermanfaat..... :D

Ujian Nasional dan Pemilu 2014 ( Seperti 2 Anak Kembar Beda Pendapat dan Anggaran )




Ujian Nasional adalah momen dimana banyak diantara murid -murid SMA, menganggap ini adalah momen yang menentukan harkat dan martabat sebagai seorang pelajar. hasil belajar selama tiga tahun dipertanggung jawabkan ketika hasil ujian sudah keluar. deg degan itu pasti. stres jangan sampai. lalu apakah mungkin Ujian Nasional ini dapat dimaknai sebagai momen yang benar - benar ditakuti sehingga banyak murid - murid yang stres, bahkan gila ? lalu apa kemiripanya dengan Pemilu ?
baiklah kita simak makna historis dan filosofis dibawah ini.

Ujian Nasional adalah Ujian dimana untuk regulasi Anggaran dan teknis pelaksanaanya bersumber dari Pemerintah pusat. Ada pendistribusian kertas Ujian, kelengkapan media penunjang, hingga Honor untuk guru pengawas kalau memang itu di perlukan. Berdasarkan Undang - undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional dan peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005 tentang standart Nasional Pendidikan. ada tiga syarat bagi Peserta ujian Nasional 2014.yakni telah duduk di kelas terkahir ( XII) pada setiap jenjang, memiliki nilai rapor yang lengkap dan memiliki ijazah lulus dari jenjang pendidikan sebelumnya minimal 3 tahun, kecuali untuk kelas akselerasi. ini adalah beberapa ketentuan bagi perserta ujian Nasional.

Kriteria kelulusan bagi peserta ujian Nasional tahun 2014 adalah formula gabungan antara nilai UN sebesar 60% dengan nilai ujian sekolah sebesar 40%.sehingga untuk rata - rata nilai kelulusan adalah 5,50 ( nilai paling rendah tiap mata pelajaran adalah 4,00 ).

Diatas adalah aturan yang berlaku secara nasional. Dari kriteria rata - rata  nilai kelulusan ada yang menganggap terlalu berat namun ada juga yang menganggap biasa - biasa saja. ujian nasional diadakan setahun sekali. dan ujian nasional pun memiliki anggaran yang tidak sedikit dari APBN. secara prosedur resminya mengenai penyelenggaraan Ujian Nasional, semua anggaran akan dialokasikan untuk pembiayaan ujian Nasional. Terlepas Program tersebut dijadikan sebagai Proyek pribadi atau bukan, semua tergantung bagaimana kelencaran dari Program tersebut.

Dari beberapa sekian juta perserta ujian Nasional yang sekarang tengah deg - degan, hampir semuanya memiliki perasaan bahwa dengan mengikuti ujian nasional, mereka tengah mempertaruhkan kemungkinan terbesar dalam hidupnya selama menjadi Anak didik di bangku sekolah Menengah atas. mereka menghabiskan waktu selama kurang dari tiga tahun, dan sekaligus menghabiskan anggaran dari keluarga mereka sendiri. mengenai waktu mereka selama kurang dari tiga tahun, menurut aturan gabungan nilai UN di atas sebesar 60% sedangkan US 40%. karena Presentase UN adalah 60% maka UN adalah penentu kelulusan. lalu bagaimana Eksistensi Presentase US sebesar 40% untuk kelulusan Perserta didik ? ini yang sekarang mau saya bahas dengan Sudara - sudara.

Bagi saya Ujian Nasional masih kurang adil dalam menentukan kriteria kelulusan. Bagaimana bisa Ujian Nasional yang hanya terjadi kurang dari satu minggu menjadi penentu kelulusan Perserta didik yang telah menempuh belajar mengajar selama kurang dari tiga tahun ? iya kalau lulus. kalau anggak, bisa stres itu Peserta didik. banyak sekali yang harus menjadi pertimbangan bagi para guru mengenai spesifikasi kemampuan murid. jika mau menilik lebih dalam, Anak seusia anak - anak SMA sudah selayaknya diarahkan pada metode belajar yang sifatnya menalar, bukan menghafal. bukankah kita masih ingat metode belajar yang ditawarkan oleh Socrates : metode belajar yang baik adalah dengan metode dialogis atau dialektis. dari sini anak di tuntut untuk mau dan mampu berpikir panjang serta mengambil suatu kebenaran atau kesimpulan dari pertentangan secara dialektis. itu baru  metode untuk cara berpikir, belum metode dalam riset aplikatif. kemudian  Newton yang belajar dari kejadian, kepalanya tertimpah apel. dari hal yang ia ketahui melalui Indra kemudian diserap ke dalam kognisi. dari sini terjadi dialektika internal untuk merumuskan " apa yang membuat apel itu bisa jatuh menimpa kepalanya ? ". setelah berpikir panjang, hasil dari proses berpikirnya terefleksi melalui Riset. dan dari riset inilah lahir Hukum Gravitasi. lalu apakah untuk Anak didik setingkat SMA/SMK tidak bisa berpikir seperti itu ?. metode ini adalah metode yang telah melahirkan banyak ilmuan - ilmuan yang berpengaruh di dunia. sistem pengajaran yang bagus akan menentukan kualitas daripada perserta didik. saya dulu sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan/ SMK, jurusan Otomotif. dalam sistem pengajaran sekolah yang saya tempuh, yang saya rasakan sendiri, 40% teori dan 60% praktek. namun ketika datang momen Ujian Nasional, kenapa yang menjadi penentu kelulusan adalah Ujian tertulis sebesar 60% sedangkan penentu kelulusan Ujian Praktek sebesar 40% ? bukankah ini aneh. padahal jika yang dimaksudkan sekolah SMK adalah mencetak tenaga yang siap kerja, saya rasa dengan lulus kompetensi Praktek itu sudah cukup untuk terjun langsung dalam dunia kerja. akan sangat miris jika ada salah satu anak didik yang benar - benar kompeten dalam Praktek industri contohnya, ternyata semua harapan untuk bisa langsung kerja hilang hanya karena tidak lulus Ujian Nasional. apakah ada yang bernasib seperti itu ? saya yakin 100% pasti ada. sekolah seharusnya mampu mencetak lulusan yang benar - benar siap terjun dalam dunia kerja maupun pendidikan yang lebih tinggi sesuai dengan spesifikasi kemapuan dan keahlian masing - masing. Bagaimana bisa, Ujian yang hanya bermata Pelajaran yang hampir sama, menentukan kelulusan Murid - murid yang memiliki spesifikasi kemampuan dan keahlian yang berbeda - beda. bagaimana tidak stres jika ada yang gagal lulus hanya karena tidak mampu menjawab soal Ujian Tertulis.
dari beberapa kegiatan diskusi yang saya ikuti, saya memiliki solusi yang bisa saya tawarkan jika memang itu diperlukan. Pertama karena untuk merubah sistem Pengajaran adalah dengan merubah aturan Nasionalnya dulu,(baca ; bukan berarti tidak bisa ) maka saya bebankan dulu bagi para guru untuk mampu mengajar denngan metode untuk merangsang Peserta didik agar berpikir secara sistematis dan mandiri. namu lucunya, justru ketika Ujian Nasional akan dilaksanakan banyak dari para guru yang merekomendasikan agar setiap calon peserta mengikuti les tambahan. bukankah dengan adanya Les tambahan, ini semakin membuktikan bahwa kurikulum dan para gurunya bodoh semua karena selama kurang dari tiga tahun, harus mengajar lagi. terus apa yang telah didapatkan oleh peserta didik dari kurikulim dan guru-gurunya ? untuk merubah sistem belajar mengajar sebenarnya lengkap, namun saya yakin pasti ada metode resmi untuk mengelola hal tersebut. kemudian dalam mekanisme ujian serta jaminan kelulusan. mekanisme Ujian harus bisa membuat perserta didik bersemangat bukanya takut. Presensi juga harus menjadi penentu paling dominan disamping ada ujian secara tertulis dan praktek. lalu bagaimana eksistensi dari UN ? UN memang wajib dilaksanakan, namun bukan berarti presentase terbanyak malah di UN. harus ada jaminan untuk kelulusan perserta didik melalui sistem UN.

Ada kemiripan antara Ujian Nasional dan Pemilu 2014 ini. pertama ini bisa menjadi peluang bagi para Guru maupun instansi yang terkait untuk memainkan anggaran. bisa juga terjadi permainan untuk meluluskan persera didik dengan cara diluar aturan. Menurut data, jumlah anggaran untuk UN sebesar 560 miliar. tidak sedikit bukan ?
jika kita kalkulasikan dari 7.157.218 peserta didik dengan besaran anggaran dari Pemerintah 560 miliar maka tiap murid mendapatkan 80 rb. pembagian itu sudah termasuk untuk pembagian biaya kertas Ujian, biaya pendistribusian, pengawasan oleh perguruuan Tinggi, pengawasan di Provinsi, pengawas kelas di satuan pendidikan hingga pemindaian lebar jawaban. pertanyaanya, itu merupakan anggaran dari pemerintah, lalu apakah setiap murid tidak membayar sebelum ujian dimulai ? itu baru mengenai anggaran, belum yang lain. inilah yang saya maksud bahwa UN, keruwetanya, hampir sama dengan Pemilu 2014. sama - sama memakan biaya yang tidak sedikit dan sama - sama juga berpeluang untuk dipermainkan oleh pihak - pihak yang tidak bertanggung jawab.
nah ini yang lebih penting, jika banyak dari para Caleg yang gila karena tidak menang dalam Pemilihan Umum, maka untuk UN tidak menutup kemungkinan banyak juga yang akan stres jika tidak lulus UN.

Demikian tulisan saya  tentang Ujian Nasional. atas segala kekuranganya, saya ucapkan terimakasih
Semoga bermanfaat.....

Psikologi sederhana Anak


Kali ini saya akan menulis tentang Psikologi sederhana yang saya dapat dari beberapa literature yang telah saya baca. untuk format penulisan memang nggak terkesan Sainstifik, itu memang saya  masudkan untuk langsung masuk ke esensi. baiklah kita mulai saja.

Manusia memiliki beberapa bagian yang sering dijadikan sebagai obyek penelitian maupun obyek kajian. ini semua terbukti dengan adanya beberapa ilmu pengetahuan yang lahir untuk menjelaskan bagian - bagian dari Si Manusia. ada ilmu kedokteran atau medis, psikologi dan lain sebagainya. dari bagian - bagian yang terdapat dalam diri si manusia, ada yang bernama bagian Psykis atau alam Psikis. sejak manusia lahir sampai dia mati, bagian ini  ada dalam dirinya. bagaimana seorang bayi nangis ketika dilahirkan merupakan suatu refleksi dari ketidaknyamanan. refleksi tersebut di perintah oleh pikiran ( baca : embrio Psikis bayi ) bahwa bentuk protes untuk ketidaknyamananya adalah dengan menangis.

ketika seorang anak bayi merasa nyaman dengan lingkungan dan apapun yang dibutuhkan dapat terpenuhi, maka dalam konteks Psikis, bayi tersebut dalam masa " trust ". begitu juga sebaliknya jika bayi merasa tidak nyaman dengan lingkungan dan apa yang dibutuhkan tidak terpenuhi dia akan memandang keadaan itu secara negatif dan timbul rasa ketidakpercayaan dengan lingkungan tersebut. contoh : bayi ketika diajak ke ruangan yang panas dan ketika ia haus tidak di beri susu, maka ia tidak akan mau untuk diajak ke tempat yang sama.

Kemudian pada Fase kebebasan bertindak dan bergerak oleh Si Anak. ini biasa terjadi di usia sekitar 2-3 Tahun. fase ini sangat mempengaruhi keberanian oleh si anak. sebagai contoh, pada usia 2-3 anak cenderung berusaha melakukan sesuatu susai dengan apa yang ia bisa lakukan dan apa yang ia inginkan. namun jika si orangtua berusaha untuk menghalangi maka si anak akan cenderung takut dan menahan perasaan atau keinginan untuk melakukan.

Selanjutnya adalah fase perilaku untuk aktif berpartisipasi. fase ini adalah fase dimana bayi memiliki kecenderungan untuk berpartisipasi secara fisik. ini biasa terjadi di usia anak sekitar 4-5 tahun. sebagai contoh : si anak yang melihat ibunya mengambil baju, maka si bayi akan seola - ola ingin membantu Ibunya. namun jika si anak mendapat hambatan atau larangan, si anak akan cenderung ragu untuk melakukan sesuatu dan sering memintak pertimbangan dengan bahasa ekspresi wajah dan tubuh. meskipun sebenarnya si orangtua tidak melarang si anak. menurut saya, dalam Fase tersebut seyogianya si anak di beri kebebasan berekspresi di lingkuganya agar si anak mendapat kepercayaan dirinya dan menghilangkan rasa bersalah ketika tidakan itu memang kurang baik untuk dilakukan.


dan ketika si Anak mencapai umur 6 - 11 tahun, si anak akan berada fase dimensi Polaritas. fase ini adalah fase dimana si anak sudah mulai membutuhkan tempat dan hubungan sosial. jika si anak merasa ia tidak bisa menyatu secara personal maupun kelompok, si anak akan merasa rendah diri yang nanti akan berefek menjadi pribadi yang diam dan kurang aktif dalam mengambil sesuatu di lingkunya. fase ini sebenarnya adalah fase dimana anak memiliki kebutuhan apresiasi dari luar. contoh : jika si anak sering di anggap kecil dan kurang berpengatahuan, maka si anak akan cenderung merasa rendah diri. dimensi polarisasi juga dapat dimaknai fase anak untuk mengembangkan diri secara intelektual. kemampuan berapstraksi sudah dimulai pada fase ini. si anak yang sebelumnya berpikir setelah apa yang telah mereka lihat sekarang akan berpikir dengan apa yang mereka gambarkan dalam kognisi mereka.

demikian tulisan saya tentang Psikologi sederhana Anak. semoga bermanfaat.